la grande roue

reaca raksa teruni. 19 yrs young. Indonesian. francophile. beautiful and dangerous like a rose.




 

Home  ·  Ask
habis ngaji

saya sering mendengar cerita tentang kesabaran Rasulullah SAW ketika beliau menyampaikan ajaran islam di tanah Mecca. bagaimana beliau melangkah dari satu tempat ke tempat lain diiringi beribu hujatan, makian, hinaan, hingga ancaman pembunuhan dari orang-orang sekitarnya. dan hal itu terjadi setiap hari. tapi beliau selalu bisa bersabar atas apa yang beliau terima, dan oleh karena itulah orang-orang mencintainya (hingga saat ini, sampai entah generasi ke berapa puluh sejak beliau tiada, milyaran orang di muka Bumi memanjatkan shalawat mendoakan dirinya) bahkan Tuhannya sendiri pun luar biasa mencintainya. walaupun dilempari kotoran unta, dipersamakan dengan sampah, hingga apa yang paling berat untuk beliau korbankan, keluarganya, yang ikut menjadi sasaran hujatan kaum kafir, Rasul selalu tetap bersabar dan teguh mengemban amanah dari Allah. padahal untuk ukuran beliau yang juga manusia biasa, cobaan yang menimpanya adalah cobaan yang luar biasa beratnya. dan sepemahaman logika saya, seorang manusia biasa, didera cobaan, jangankan yang sebegitu beratnya  ketika ditimpa cobaan yang ringan pun biasanya lebih memilih untuk menyerah dan mengakhiri perjuangannya. tapi Rasul tidak begitu.

terkadang ketika saya marah, atau sekedar ingin sekali meluapkan emosi, cerita inilah yang membuat saya seolah berkaca terhadap semuanya. kesabaran adalah hal yang paling saya teladani dari Rasul, entah mengapa. dan memang benar apa yang diterangkan oleh Al-Qur’an: Allah benar-benar memberikan kemudahan bagi hambanya yang bersabar. jika dibandingkan dengan kesulitan yang Rasul hadapi, kesulitan-kesulitan saya jauh sangat jauh lebih ringan dibandingkan dengan kesulitan Rasul. saya tidak pernah sampai kiranya dilempari kotoran unta, ditolak mentah-mentah oleh lingkungan saya, atau disangka orang gila.. jadi rasanya benar benar sangat malu kalau saya dengan kesulitan yang tidak begitu besar adanya tidak bisa lebih bersabar. dan untuk berbagai alasan tertentu, rasanya saya belum juga berhasil meneladani sifat Rasul yang satu ini secara sempurna. selalu saja ada yang tanpa disengaja, kata-kata kasar, makian yang keluar dari mulut, diucapkan ringan seakan tanpa dosa.

tidak mudah memang untuk bersabar, apalagi manusia memang diciptakan bersamaan dengan nafsu di dalamnya. belum lagi paradigma atas orang-orang sabar yang sering terlihat seperti orang yang kalah. karena biasanya mereka lah yang akan paling mengalah. padahal menurut saya, mereka adalah yang paling mulia dari segala jenis manusia yang ada. karena merekalah yang paling kuat pemahamannya akan yang dinamakan perjuangan. sementara orang-orang biasanya angkuh, tidak mau menurunkan dignitas mereka barang sebuku jari,  tidak mau mengalah bahkan saat mereka sendiri tau mereka salah. ah orang bodoh itu namanya.

terakhir, Allah benar-benar melindungi orang yang bersabar.. tau kan betapa ancaman dibunuh diterima Rasul bahkan pada setiap langkahnya. tapi tidak pernah tercantum di al-Qur’an bahwa ancaman pembunuhan itu berhasil dilakukan. Allah menjanjikan Rasul meninggal dengan baik. dan begitulah seperti adanya, Rasul meninggal dengan baik, bukan cara dibunuh, bukan dalam kondisi kelaparan, bukan dalam suatu kondisi yang buruk. Allah melindungi Rasul hingga ia benar-benar bertemu Khalik-nya dengan cara yang baik..

dan seperti apa yang tercantum di al-Qur’an, ayat yang baru saya baca..

Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang sabar:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.“

[QS Ali Imran:133-134]

Tags: Life Learning,
  1. reacaraksa posted this